
Hutan Adat Long Isun
Kampung Adat Long Isun (Dayak Bahau) · Kalimantan Timur
Hutan hulu Mahakam milik Dayak Bahau yang menunggu pembiayaan untuk masuk jalur sertifikasi.
- Luas terpetakan
- 820 ha
- Harga per ton
- Rp 138.000
- Skor biodiversitas
- 84 · Baik
- Tinggi kanopi (CHM)
- 29 m
Profil daerah
- Kabupaten
- Mahakam Ulu, Kalimantan Timur
- Bentang alam
- Hulu Sungai Mahakam, perbukitan Long Apari
- Tipe ekosistem
- Hutan hujan dataran rendah–perbukitan
- Ketinggian
- 220–780 m dpl
- Curah hujan
- 3.100 mm/tahun
- Aksesibilitas
- 8 jam perahu ketinting dari Long Bagun
- Penduduk pengelola
- ±430 jiwa, 96 kepala keluarga
Sejarah lahan
1930-an
Kampung Long Isun berdiri di tepi Mahakam dengan zonasi hutan larangan (tana ulen).
2013
Konflik batas dengan konsesi kayu memicu pemetaan swadaya wilayah adat.
2019
Peta wilayah adat diserahkan ke pemerintah kabupaten sebagai dasar pengakuan.
2026
Mengajukan pembiayaan proyek karbon melalui Pasar Carbonest.
Deskripsi program
Perlindungan tana ulen & pemetaan partisipatif
Program membutuhkan pembiayaan awal untuk menuntaskan pemetaan partisipatif 820 ha, survei MRV, dan penyusunan berkas DRAM agar kampung dapat menerbitkan kredit karbon pertamanya.
- Pemetaan partisipatif batas tana ulen bersama tetua kampung
- Pelatihan 6 fasilitator muda untuk pemantauan bulanan
- Pemasangan 8 titik sensor IoT kelembapan dan suhu tajuk
- Survei LiDAR dan pengukuran plot permanen DBH
Dokumentasi lapangan



Dampak terukur
- Luas hutan diusulkan
- 820 ha
- Keluarga penerima manfaat
- 96 KK
- Fasilitator muda dilatih
- 6 orang
- Estimasi kredit tahunan
- ±6.500 tCO2e
Tata kelola & bagi hasil
- Keputusan diambil dalam musyawarah kampung dengan persetujuan tetua adat
- Komitmen bagi hasil 45% sponsor, 45% masyarakat adat, 10% konservasi & operasional
- Pencairan dana bertahap mengikuti capaian milestone yang diaudit
Dokumen pendukung
- Peta swadaya wilayah adat 2019Tersedia
- Surat pernyataan lembaga adat kampungTersedia
- Baseline deforestasi bentang alamDalam penyusunan
- Berkas DRAMDalam penyusunan
Potensi karbon & keuntungan
Estimasi dari luas 820 ha × faktor 8,5 tCO2e/ha/tahun (VM0015 — Avoided Unplanned Deforestation) selama 20 tahun periode kredit.
Kredit karbon per tahun
6.970 tCO2e
Setara Rp 961.860.000 / tahun pada harga Rp 138.000/tCO2e
Total potensi 20 tahun
139.400 tCO2e
Nilai kotor Rp 19.237.200.000
Bagian pembiaya
3.137 tCO2e/tahun
45% sesuai komitmen bagi hasil · Rp 432.906.000 / tahun
Investasi diminta komunitas
Rp 1.060.000.000
Nilai yang diajukan perwakilan masyarakat adat untuk proyek ini
Perkiraan keuntungan bersih
Rp 7.598.120.000
Selama 20 tahun
Perkiraan ROI
717%
Nilai kredit bagian pembiaya dibanding investasi
Balik modal
± 2,4 tahun
Berdasarkan arus kredit tahunan
Angka bersifat estimasi demo dan akan dikoreksi setelah MRV lapangan, verifikasi validator independen, serta penerbitan kredit pada registri nasional (SRN PPI) maupun internasional.
Kebutuhan pendanaan
Proyek ini menunggu perusahaan pembiaya. Carbonest memfasilitasi pertemuan dan negosiasi dengan perwakilan adat.
Durasi proyek: 20 tahun periode kredit (2027–2046)
Rencana penggunaan dana
- Pemetaan partisipatif 820 haRp 260.000.000
- Pelatihan 6 fasilitator muda kampungRp 140.000.000
- Survei LiDAR & MRV lapanganRp 430.000.000
- Penyusunan DRAM & pendampingan hukum adatRp 260.000.000
- Perangkat sensor IoT 8 titikRp 150.000.000
Komitmen pembagian hasil
- Sponsor / perusahaan pembiaya45%
Kredit karbon diserahkan bertahap setiap tahun verifikasi.
- Masyarakat adat Long Isun45%
Dikelola lembaga adat kampung dengan musyawarah terbuka.
- Dana konservasi & operasional Carbonest10%
Pemantauan satelit, audit, dan biaya registri nasional.
- Negosiasi langsung dengan perwakilan adat difasilitasi Carbonest
- Sponsor tercantum dalam laporan keberlanjutan dan papan proyek
- Dana dicairkan bertahap mengikuti capaian milestone
Jadi pembiaya proyek ini
Proyek ini masih dalam tahap persiapan. Perusahaan pembiaya dapat menjadi sponsor melalui Carbonest dan negosiasi dengan perwakilan adat.
