
Sasi Hutan-Laut Negeri Haruku
Negeri Adat Haruku · Maluku
Restorasi hutan pantai dan mangrove di bawah hukum adat sasi Negeri Haruku.
- Luas terpetakan
- 310 ha
- Harga per ton
- Rp 176.000
- Skor biodiversitas
- 81 · Baik
- Tinggi kanopi (CHM)
- 18 m
Profil daerah
- Kabupaten
- Maluku Tengah, Maluku
- Bentang alam
- Pesisir Pulau Haruku, muara Sungai Learisa Kayeli
- Tipe ekosistem
- Mangrove, hutan pantai, dan terumbu tepi
- Ketinggian
- 0–35 m dpl
- Curah hujan
- 2.600 mm/tahun
- Aksesibilitas
- 1 jam speedboat dari Tulehu, Ambon
- Penduduk pengelola
- ±1.200 jiwa di negeri adat Haruku
Sejarah lahan
Abad ke-17
Hukum adat sasi diterapkan untuk mengatur panen ikan lompa dan hasil hutan pantai.
1985
Kewang (penjaga adat) menghidupkan kembali sasi setelah tekanan penangkapan berlebih.
2021
Penanaman mangrove swadaya di muara sungai seluas 40 ha.
2025
Pembiayaan proyek karbon disepakati bersama sponsor melalui Carbonest.
Deskripsi program
Sasi hutan-laut & restorasi hutan pantai
Program memadukan hukum adat sasi dengan restorasi 60 ha hutan pantai dan mangrove, disertai pemantauan pertumbuhan tegakan dan kualitas perairan muara.
- Penanaman dan pemeliharaan 60 ha mangrove serta hutan pantai
- Patroli kewang adat dua kali sepekan
- Pemantauan kualitas air muara dan sensor pasang surut
- Pendidikan sasi untuk pelajar negeri adat
Dokumentasi lapangan



Dampak terukur
- Luas restorasi berjalan
- 60 ha
- Keluarga penerima manfaat
- 240 KK
- Kewang adat aktif
- 18 orang
- Capaian proyek
- 38%
Tata kelola & bagi hasil
- Aturan sasi ditetapkan melalui musyawarah negeri adat
- Komitmen bagi hasil 40% sponsor, 50% negeri adat, 10% konservasi & operasional
- Laporan penggunaan dana dibacakan terbuka di baileo setiap semester
Dokumen pendukung
- Keputusan negeri adat tentang sasiTersedia
- Perjanjian pembiayaan dengan sponsorTersedia
- Laporan MRV lapangan tahap IDalam penyusunan
- Berkas DRAMDalam penyusunan
Potensi karbon & keuntungan
Estimasi dari luas 310 ha × faktor 12,0 tCO2e/ha/tahun (VM0033 — Tidal Wetland Restoration) selama 10 tahun periode kredit.
Kredit karbon per tahun
3.720 tCO2e
Setara Rp 654.720.000 / tahun pada harga Rp 176.000/tCO2e
Total potensi 10 tahun
37.200 tCO2e
Nilai kotor Rp 6.547.200.000
Bagian pembiaya
1.488 tCO2e/tahun
40% sesuai komitmen bagi hasil · Rp 261.888.000 / tahun
Investasi diminta komunitas
Rp 980.000.000
Nilai yang diajukan perwakilan masyarakat adat untuk proyek ini
Perkiraan keuntungan bersih
Rp 1.638.880.000
Selama 10 tahun
Perkiraan ROI
167%
Nilai kredit bagian pembiaya dibanding investasi
Balik modal
± 3,7 tahun
Berdasarkan arus kredit tahunan
Angka bersifat estimasi demo dan akan dikoreksi setelah MRV lapangan, verifikasi validator independen, serta penerbitan kredit pada registri nasional (SRN PPI) maupun internasional.
Progres proyek berjalan
Dibiayai Bank Rakyat Hijau senilai Rp 980.000.000 — mulai Agustus 2025, target Agustus 2028.
Tahapan pelaksanaan
- Selesai
Formulir & survei lahan komunitas
Agu 2025
- Selesai
Verifikasi satelit & LiDAR
Okt 2025
- Berjalan
MRV lapangan tim Carbonest
Jan 2026
- Berjalan
Penanaman 60 ha hutan pantai
2026
- Menunggu
Penyusunan berkas DRAM
Q4 2026
- Menunggu
Sertifikat karbon terbit
2028
Komitmen pembagian hasil
- Sponsor Bank Rakyat Hijau40%
Kredit karbon dan pelaporan CSR tahunan.
- Negeri Adat Haruku50%
Kas negeri adat, penguatan sasi, dan usaha perikanan berkelanjutan.
- Dana konservasi & operasional10%
Pemantauan sensor dan audit.
Dokumentasi proses proyek



Jadi pembiaya proyek ini
Proyek ini masih dalam tahap persiapan. Perusahaan pembiaya dapat menjadi sponsor melalui Carbonest dan negosiasi dengan perwakilan adat.
