
Hulu Batanghari Bersama
Gabungan 3 Komunitas · Jambi
Tiga komunitas kecil bergabung menjadi satu proyek karbon yang layak sertifikasi.
- Luas terpetakan
- 640 ha
- Harga per ton
- Rp 143.000
- Skor biodiversitas
- 71 · Baik
- Tinggi kanopi (CHM)
- 19 m
Profil daerah
- Kabupaten
- Merangin & Kerinci, Jambi
- Bentang alam
- Hulu DAS Batanghari
- Tipe ekosistem
- Hutan hujan perbukitan & hutan tepi sungai
- Ketinggian
- 320–980 m dpl
- Curah hujan
- 2.750 mm/tahun
- Aksesibilitas
- 5 jam darat dari Jambi
- Penduduk pengelola
- ±840 jiwa dari 3 komunitas
Sejarah lahan
1990-an
Pembukaan lahan sawit dan tambang emas rakyat menekan hutan hulu.
2009
Kesepakatan tiga desa untuk melindungi hulu sungai sebagai sumber air bersama.
2019
Kebakaran besar di sekitar bentang alam mendorong pembentukan regu pemadam desa.
2025
Ketiga komunitas bergabung dalam Program Gabungan Carbonest karena luas masing-masing di bawah 50 ha.
2026
Tahap pemeriksaan satelit dan penyusunan baseline gabungan.
Deskripsi program
Program gabungan perlindungan hulu Batanghari
Menggabungkan lahan tiga komunitas menjadi satu unit proyek 640 ha agar memenuhi ambang minimum sertifikasi, dengan fokus pada perlindungan mata air, pencegahan kebakaran, dan pemulihan tepi sungai.
- Penanaman 45 ha sempadan sungai dengan jenis lokal
- Regu pemadam kebakaran gabungan 3 desa
- Pemetaan ulang batas gabungan dengan GPS komunitas
- Pos pantau hulu dan sistem peringatan dini kebakaran
- Kesepakatan bagi hasil antar tiga komunitas
Dokumentasi lapangan



Dampak terukur
- Luas gabungan
- 640 ha
- Komunitas bergabung
- 3
- Sempadan dipulihkan
- 45 ha
- Rumah tangga hilir terlayani air
- 1.900
Tata kelola & bagi hasil
- Forum bersama tiga desa dengan satu perwakilan tiap komunitas
- Pembagian pendapatan proporsional terhadap luas dan tenaga kerja
- Mediasi sengketa batas melalui lembaga adat dan pemerintah desa
Dokumen pendukung
- Kesepakatan gabungan tiga komunitasTersedia
- Peta batas gabunganTersedia
- Baseline deforestasi bentang alamDalam penyusunan
- Berkas DRAMDalam penyusunan
Potensi karbon & keuntungan
Estimasi dari luas 640 ha × faktor 7,2 tCO2e/ha/tahun (VM0007 — REDD+ Framework) selama 10 tahun periode kredit.
Kredit karbon per tahun
4.608 tCO2e
Setara Rp 658.944.000 / tahun pada harga Rp 143.000/tCO2e
Total potensi 10 tahun
46.080 tCO2e
Nilai kotor Rp 6.589.440.000
Bagian pembiaya
2.304 tCO2e/tahun
50% sesuai komitmen bagi hasil · Rp 329.472.000 / tahun
Investasi diminta komunitas
Rp 1.330.000.000
Nilai yang diajukan perwakilan masyarakat adat untuk proyek ini
Perkiraan keuntungan bersih
Rp 1.964.720.000
Selama 10 tahun
Perkiraan ROI
148%
Nilai kredit bagian pembiaya dibanding investasi
Balik modal
± 4,0 tahun
Berdasarkan arus kredit tahunan
Angka bersifat estimasi demo dan akan dikoreksi setelah MRV lapangan, verifikasi validator independen, serta penerbitan kredit pada registri nasional (SRN PPI) maupun internasional.
Kebutuhan pendanaan
Proyek ini menunggu perusahaan pembiaya. Carbonest memfasilitasi pertemuan dan negosiasi dengan perwakilan adat.
Durasi proyek: 10 tahun periode kredit (2027–2036)
Rencana penggunaan dana
- Pemetaan partisipatif & legalitas gabunganRp 380.000.000
- Survei MRV lapangan & LiDARRp 520.000.000
- Penyusunan DRAM, validasi & verifikasiRp 450.000.000
- Regu pemadam kebakaran & pos pantauRp 300.000.000
- Pendampingan komunitas 3 tahunRp 200.000.000
Komitmen pembagian hasil
- Sponsor / perusahaan pembiaya50%
Diterima dalam bentuk kredit karbon dengan harga terkunci selama 5 tahun pertama.
- Masyarakat adat pemilik lahan40%
Ditransfer ke koperasi adat tiga desa, proporsional terhadap luas lahan.
- Dana konservasi & operasional Carbonest10%
Pemantauan, pelaporan tahunan, dan biaya registri.
- Kesepakatan bagi hasil dituangkan dalam perjanjian tripartit bermeterai
- Sponsor mendapat hak penawaran pertama atas kredit periode berikutnya
- Laporan penggunaan dana diaudit setiap 6 bulan
Jadi pembiaya proyek ini
Proyek ini masih dalam tahap persiapan. Perusahaan pembiaya dapat menjadi sponsor melalui Carbonest dan negosiasi dengan perwakilan adat.
