Hutan Adat Toro

Lembaga Adat Toro · Sulawesi Tengah · SRN PPI — Konservasi Hutan Alam

Tersertifikasi
Tegakan pohon rapat di hutan Batulicin
Hutan Adat Toro — Lembah Kulawi — penyangga TN Lore LinduFoto: Wikimedia Commons
Tersertifikasi
SRN PPI — Konservasi Hutan Alam

Hutan Adat Toro

Lembaga Adat Toro · Sulawesi Tengah

Kopi di bawah tegakan hutan alam, dengan zonasi adat yang dipetakan penuh.

Luas terpetakan
1.240 ha
Harga per ton
Rp 152.000
Skor biodiversitas
79 · Baik
Tinggi kanopi (CHM)
27 m

Profil daerah

Kabupaten
Sigi, Sulawesi Tengah
Bentang alam
Lembah Kulawi — penyangga TN Lore Lindu
Tipe ekosistem
Hutan pegunungan bawah & agroforestri kopi
Ketinggian
700–1.450 m dpl
Curah hujan
2.200 mm/tahun
Aksesibilitas
3 jam darat dari Palu
Penduduk pengelola
±2.100 jiwa, 520 KK

Sejarah lahan

  1. 1993

    Penetapan kawasan taman nasional memicu konflik batas dengan lahan kelola warga.

  2. 2000

    Kesepakatan konservasi masyarakat: zonasi wana, pangale, pahawa pongko, dan oma.

  3. 2012

    Toro menerima pengakuan sebagai model pengelolaan hutan berbasis adat.

  4. 2019

    Pengembangan kopi agroforestri sebagai penopang ekonomi tanpa membuka hutan.

  5. 2026

    Sertifikasi kredit karbon melalui skema SRN PPI.

Deskripsi program

Agroforestri kopi & penjagaan zonasi adat

Menjaga 1.240 ha hutan adat dengan memperkuat ekonomi kopi di bawah naungan pohon, sehingga warga tidak perlu membuka tegakan baru. Zonasi adat menjadi dasar penegakan aturan pengelolaan.

  • Peremajaan 90 ha kebun kopi naungan
  • Unit pengolahan pascapanen dan akses pasar langsung
  • Patroli zonasi oleh lembaga adat Toro
  • Pemantauan biodiversitas dengan perekam bioakustik di 12 titik
  • Pelatihan 40 petani muda untuk MRV lapangan

Dokumentasi lapangan

Tegakan pohon rapat di hutan Batulicin
Tegakan hutan naungan kopiFoto: Wikimedia Commons
Peta kehilangan tutupan pohon Sulawesi Tengah 2001–2024
Peta kehilangan tutupan pohon Sulawesi TengahFoto: Global Forest Change via Wikimedia Commons
Hutan hujan tropis dataran rendah di Aceh
Struktur hutan pegunungan bawahFoto: Wikimedia Commons

Dampak terukur

Hutan adat dijaga
1.240 ha
Petani terlibat
312 KK
Kenaikan harga kopi
+35%
Titik pantau bioakustik
12
SDG 13 Aksi Iklim
SDG 15 Ekosistem Daratan
SDG 2 Tanpa Kelaparan
SDG 12 Konsumsi Bertanggung Jawab

Tata kelola & bagi hasil

  • Lembaga adat Toro memegang keputusan zonasi dan sanksi adat
  • Koperasi kopi mengelola pendapatan program secara terpisah dari dana karbon
  • Audit internal komunitas setiap semester

Dokumen pendukung

  • Peta zonasi adat Toro
    Tersedia
  • Data plot & rekaman bioakustik
    Tersedia
  • Berkas DRAM
    Tersedia
  • Sertifikat SRN PPI
    Tersedia

Kapasitas kredit tahunan

9.920 ton CO2e

Catatan verifikasi

  • · Perbandingan citra satelit 2021–2026: tidak ditemukan pembukaan hutan.
  • · Pemindaian kanopi & bioakustik dilakukan oleh tim konsultan lapangan.
  • · Pemantauan bulanan dijalankan langsung oleh komunitas pemilik lahan.
  • · Seluruh nilai pada demo ini merupakan hasil simulasi.