Sasi Hutan-Laut Negeri Haruku

Negeri Adat Haruku · Maluku · VM0033 — Tidal Wetland Restoration

Verifikasi Lapangan
Hutan mangrove pesisir Indonesia
Sasi Hutan-Laut Negeri Haruku — Pesisir Pulau Haruku, muara Sungai Learisa KayeliFoto: Wikimedia Commons
Verifikasi Lapangan
VM0033 — Tidal Wetland Restoration

Sasi Hutan-Laut Negeri Haruku

Negeri Adat Haruku · Maluku

Restorasi hutan pantai dan mangrove di bawah hukum adat sasi Negeri Haruku.

Luas terpetakan
310 ha
Harga per ton
Rp 176.000
Skor biodiversitas
81 · Baik
Tinggi kanopi (CHM)
18 m

Profil daerah

Kabupaten
Maluku Tengah, Maluku
Bentang alam
Pesisir Pulau Haruku, muara Sungai Learisa Kayeli
Tipe ekosistem
Mangrove, hutan pantai, dan terumbu tepi
Ketinggian
0–35 m dpl
Curah hujan
2.600 mm/tahun
Aksesibilitas
1 jam speedboat dari Tulehu, Ambon
Penduduk pengelola
±1.200 jiwa di negeri adat Haruku

Sejarah lahan

  1. Abad ke-17

    Hukum adat sasi diterapkan untuk mengatur panen ikan lompa dan hasil hutan pantai.

  2. 1985

    Kewang (penjaga adat) menghidupkan kembali sasi setelah tekanan penangkapan berlebih.

  3. 2021

    Penanaman mangrove swadaya di muara sungai seluas 40 ha.

  4. 2025

    Pembiayaan proyek karbon disepakati bersama sponsor melalui Carbonest.

Deskripsi program

Sasi hutan-laut & restorasi hutan pantai

Program memadukan hukum adat sasi dengan restorasi 60 ha hutan pantai dan mangrove, disertai pemantauan pertumbuhan tegakan dan kualitas perairan muara.

  • Penanaman dan pemeliharaan 60 ha mangrove serta hutan pantai
  • Patroli kewang adat dua kali sepekan
  • Pemantauan kualitas air muara dan sensor pasang surut
  • Pendidikan sasi untuk pelajar negeri adat

Dokumentasi lapangan

Hutan mangrove pesisir Indonesia
Mangrove muara HarukuFoto: Wikimedia Commons
Nelayan melintas di antara hutan mangrove
Nelayan adat melintasi zona sasiFoto: Wikimedia Commons
Kegiatan penanaman pohon rehabilitasi hutan di Indonesia
Penanaman bibit hutan pantaiFoto: CIFOR via Wikimedia Commons

Dampak terukur

Luas restorasi berjalan
60 ha
Keluarga penerima manfaat
240 KK
Kewang adat aktif
18 orang
Capaian proyek
38%
SDG 13 Aksi Iklim
SDG 14 Ekosistem Lautan
SDG 11 Komunitas Berkelanjutan

Tata kelola & bagi hasil

  • Aturan sasi ditetapkan melalui musyawarah negeri adat
  • Komitmen bagi hasil 40% sponsor, 50% negeri adat, 10% konservasi & operasional
  • Laporan penggunaan dana dibacakan terbuka di baileo setiap semester

Dokumen pendukung

  • Keputusan negeri adat tentang sasi
    Tersedia
  • Perjanjian pembiayaan dengan sponsor
    Tersedia
  • Laporan MRV lapangan tahap I
    Dalam penyusunan
  • Berkas DRAM
    Dalam penyusunan

Kapasitas kredit tahunan

2.480 ton CO2e

Catatan verifikasi

  • · Perbandingan citra satelit 2021–2026: tidak ditemukan pembukaan hutan.
  • · Pemindaian kanopi & bioakustik dilakukan oleh tim konsultan lapangan.
  • · Pemantauan bulanan dijalankan langsung oleh komunitas pemilik lahan.
  • · Seluruh nilai pada demo ini merupakan hasil simulasi.